[Ficlet] You Need Me

You Need Me

by, a c u

Starring WINNER’s Mino with OC’s Yoon Seomin || Friendship — Slice of life || PG-13 — Ficlet

.

.

“Daripada menemani mereka, lebih baik menemanimu yang jelas-jelas membutuhkanku.”

.

.

“Aku sakit. Tidak bisa main.” Seomin meringkuk di sofa ruang televisi dengan selimut tebal mengurung tubuhnya. Mengatakan itu pada Mino saat pemuda itu duduk di bawah, menyandar pada sofa yang ia tempati. “Pulang sana, aku ingin istirahat.”

“Bisa sakit? Tsk,” alih-alih menuruti perkataan Seomin, Mino malah mengeluarkan PS Sanha di dalam laci, lalu mulai menyalakannya. Tak memedulikan Seomin yang menggerutu dan sudah melayangkan sebuah pukulan tanpa tenaga ke kepalanya.

“Ini ulahmu, tahu! Kalau kau tidak membawaku ke pantai, kemungkinan aku bisa menikmati libur tahun baruku bersama Ibu dan Sanha, kautahu kalau daya tahan tubuhku lemah, ugh.”

“Tuhan tidak mengizinkanmu meninggalkanku liburan sendiri, Seo.”

“Jangan menjadikan Tuhan sebagai alibi, Mino. Bilang saja kalau kau yang tidak ingin kutinggalkan. Tsk, begitu banyak wanita di luar sana minta ditemani olehmu kenapa aku yang harus menjadi korbanmu. Aish,”

“Sedang sakit saja berisiknya masih menyakiti telinga. Daripada menemani mereka, lebih baik menemanimu yang jelas-jelas membutuhkanku. Katakan padaku apa yang kau mau?”

“Kau pulang, dan meninggalkanku sendirian di rumah ini. Oh, ayolah, kumohon. Kau sangat berisik, aku harus istirahat.” Seomin mengeluarkan tangannya yang tersembunyi di dalam selimut, dan menempelkan telapak tangannya ke kening, memijatnya pelan-pelan.

“Nah, seperti ini memintaku pulang. Tsk,” Mino menghentikan permainannya, dan berbalik menghadap Seomin. “Mau kupijat?” tanpa sebuah jawaban, Mino sudah menggeser tubuhnya sendiri agar sejajar dengan kepala Seomin. Kini, tangannya sudah memijat kepala Seomin pelan-pelan.

Seomin menyingkirkan tangannya yang terkurung oleh tangan Mino, lalu memejamkan matanya, menikmati pijatan ringan Mino. Terlalu menikmati, membuatnya mengantuk. Mino menahan tawanya sekuat tenaga agar tidak mengganggu Seomin yang ia rasa baru saja terlelap. Mino menjejakkan senyuman saat menarik selimut Seomin lebih tinggi.

“Cepat sembuh, Seo. Tadinya aku berencana membawamu ke tempat baru, tapi kau malah sakit. Dasar lemah,”

Plak!

Mino terkejut saat sebuah tangan mendarat di kepalanya. Tanpa mengecek lagi, ternyata gadis itu belum sepenuhnya terlelap. “Kenapa kau belum tidur?”

“Berisik, aku mau tidur. Pijatkan lagi kepalaku.”

Mino yang masih belum tersadar dari keterkejutannya hanya menurut saja. Ia kembali bergeser dan memijat kepala Seomin tanpa suara bahkan sangat hati-hati, persis seperti tukang pijat.

..kkeeuutt…

koak ... koak ... koak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s