[FICLET] AN ADULT(?)

AN ADULT(?)

by, a c u

Starring NCT’s Mark Lee with OC’s Elora Lee & Elodie Lee || Family — Slice of life || Teen — Ficlet

.

.

“Hari ini semua kelahiran 1999 merayakan kelegalan mereka. Termasuk aku.”

.

.

Lodie kesal bukan main. Iya, gadis mungil itu kesal. Ditinggal Mark lebih dulu lulus dari sekolah menengah atas, mengharuskan jam pulang sekolahnya mengikuti Mark yang lewat satu jam dari jam ia pulang seharusnya. Sudah menunggu lama, lalu ia dibuat makin kesal. Pasalnya, sepeda gunung itu sudah terlihat mirip seperti sepeda pengantar bunga. Melihat bunga tergantung penuh di depan, Lodie melototi Mark.

“Apa-apaan ini, Mark? Kauingin aku berdiri di belakang?” Katanya ketus. “Tsk,” Lodie mendecak keras. “Untuk apa Ibu dan Ayah membiayai sekolahmu mahal-mahal kalau berakhir menjadi pengantar bunga?!” Lodie nyaris melengkingkan suaranya.

Sementara Mark, hanya memamerkan cengiran bodohnya dan sedikit menyesal. “Sorry, babe. Kalau mau di depan, bisa pegang bunga-bunganya?” Katanya hati-hati.

Dan kekesalan Lodie semakin meningkat. Kalau bukan karena lelah berlari selepas olahraga tadi, ia tidak akan sudi memegang beberapa buket bunga itu. Lebih baik berdiri. Dan kalau bukan ingin cepat sampai rumah, ia sangat ingin bertengkar terlebih dahulu dan tak mengharuskannya memegang buket-buket bunga itu. Merepotkan.

“Gadis baik.” Kata Mark kemudian setelah menepuk puncak kepala Lodie sayang. Tak memedulikan wajah kesal Lodie.

.

.

.

Wait! What?” Tanya Lora saat keluar dari garasi mobil, ia baru tiba di rumah juga, omong-omong. Ia kebingungan melihat Lodie yang—sudah munguil—tertutup bunga-bunga. “Kenapa banyak sekali bunga? Lodie belum waktunya kelulusan. Mark?”

Lodie sukses turun dari sepeda saat bunga-bunga itu sudah berpindah ke tangan Lora. Ia merapikan rambutnya, lalu mendecak kesal. “Mark kerja part time, pengantar bunga!” Sahutnya.

Ish,” Mark mencubit pipi Lodie sebentar. Semakin merasa gemas saat gadis itu menepis tangannya. “Itu bunga dari teman-temanku, El.”

“Menyambut tahun baru? Wow,”

Igh,” Mark jadi gemas juga pada Lora. Tetapi tidak sampai mencubit pipinya. “Tidak begitu juga. Hari ini semua kelahiran 1999 merayakan kelegalan mereka. Termasuk aku. Kalian tidak ingin mengucapkan selamat dan menciumku?” kata Mark dengan menempelkan kedua telunjuknya di pipi kiri dan kanan.

Lora  mengerutkan dahinya. “Kelegalan? An adult?”

Yes,” kata Mark dengan bangga.

Lora dan Lodie saling menatap, sebelum pada akhirnya mereka saling merangkul seakan membuat kubu bersama.

An adult?”

“Tahun ini?”

Tsk,” kedua gadis itu saling mendecak bersamaan. Membuat Mark kehilangan ekspresi bangganya.

“Internasional, Mark. Internasional, ingat. Kau baru memasuki 19th untuk tahun ini. Dan tanpa perayaan itu kau sudah terlalu sering mendapat sebuah ciuman dariku dan … ya kebanyakan dariku.” Lora mengacak rambut Mark.

“Bagaimana denganmu, Lou?”

“Belum ada perayaan. Tidak ada ciuman, tsk!” Lodie menjulurkan lidahnya dan tertawa mengejek. “Tidak ada yang mendukungmu, Mark. Ckckck,

“Baiklah, janji ya, Lou. Tahun depan kauakan memberikanku ciuman?!” Mark sedikit berteriak, karena gadis-gadis Lee itu sudah berjalan menjauh. Namun ia hanya mendapat sebuah lambaian tangan.

Mark menatap bunga-bunga yang sudah diserahkan Lora kepadanya. Lalu mentap kedua punggung gadis yang ia sayangi itu. Ia pun mengangkat kedua bahunya dan membuang bunga-bunga itu, merasa sia-sia membanggakan diri di depan kakak dan adiknya. Tidak ada gunanya.

..kkeuutt..

koak ... koak ... koak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s